Loading…

Wanted!

wanted-dead-alive-5403028

Robert Langdon dalam buku Inferno pernah berkata pada mahasiswanya untuk tidak mencari nama sendiri di kolom search Google. Saya lupa untuk apa, barangkali agar tidak terlampau narsis dan puas dengan pencapaian diri sendiri saking banyaknya halaman Google memuat nama kita. Saya sendiri pernah iseng mengetikkan nama saya dan nama adik perempuan di kolom search Google. Saya melihat seberapa banyak Google merekam aktifitas saya dan adik saya. Hasilnya halaman yang memuat nama adik saya lebih banyak. Adik saya lebih terkenal.

Untuk mencari teman lama yang sempat hilang dan ingin saya cari tahu keberadaannya, pertama kali saya selalu menggunakan kolom search Google. Biasanya termuat bermacam tautan menuju halaman media sosial seperti facebook atau twitter, hingga tautan pengumuman dari instansi tempat mereka bekerja yang dirilis pada saat mereka mereka diterima di sebuah tempat. Andai mereka tidak menggunakan media sosial, minimal kita tahu dimana mereka berada sekarang. Google masih tetap menjadi mesin pencari yang efektif untuk mencari teman yang hilang.

Baru-baru ini saya penasaran dengan keberadaan seorang adik kelas saya. Terlintas begitu saja nama Reika Norenca, ia adik kelas dua tahun di bawah saya semasa SMP dan SMA. Yang saya tahu, sewaktu baru masuk SMP ia anak pindahan dari kota lain. Figur yang saya rekam waktu remaja tentang Reika adalah ia seorang anak dengan bentuk wajah bulat telur, rambut hitam sebahu dan tak pernah lebih panjang dari itu, mata bulatnya yang hitam terkadang sayu.

Ia manis dan pendiam dengan bentuk kurva tubuh yang lebih menonjol dari anak-anak seumurannya waktu itu. Kalau tidak salah ayahnya adalah guru SD. Sifatnya yang pendiam memancing banyak pertanyaan orang lain untuk lebih tahu siapa dirinya. Khas remaja, ada beberapa laki-laki tidak termasuk saya tertarik mendekatinya untuk menjadikannya pacar. Entah orang lain yang bisa menggali informasi tentangnya, bagi saya seorang Reika Norenca tetaplah misterius.

***

Saya mengetikkan nama ‘Reika Norenca’ di kolom search Google. Betapa tercengangnya saya sewaktu tahu nama tersebut hanya menunjukkan enam hasil pencarian. Satu halaman Google+ tanpa satupun post, tak ada juga foto dan info, satu halaman dari blog SMA yang menyatakan ia pernah terdata di kelas XII IPS 2 SMA yang sama dengan saya, satu halaman famedpages yang tidak lagi aktif, dan tiga sisanya dari situs penyedia alat-alat kesehatan. Tercatat Reika pernah memesan korset pelangsing dengan rentang waktu pengiriman bulan Februari-Mei tahun 2012, yang dikirim ke daerah Tangerang.

Tiga tahun lalu saya masih mengerjakan tugas akhir, masih sempat melihat Reika di halaman Facebook. Ia bekerja dengan seragam berwarna oranye sebagai pramugari Batavia Air. Tidak banyak berubah penampilannya dari yang dulu saya lihat dan wajar saja jika Google merekam aktifitasnya membeli korset pelangsing lalu dikirim ke Tangerang karena profesinya teramat menuntut penampilan. Selain itu, tak ada lagi! Ditambah lagi fakta bahwa Batavia Air bangkrut tahun 2013 yang mungkin menyebabkan bekas pegawai-pegawainya amat sulit dilacak keberadaannya saat ini.

Saya penggemar teori konspirasi, hal gila yang terbayang di kepala saya adalah Reika yang sewaktu masih menjadi pramugari Batavia Air didekati sebuah organisasi rahasia berbahaya, bolehlah dimiripkan dengan kelompok berjubah hitam di Detektif Conan. Ia direkrut begitu Batavia Air bangkrut, kebangkrutan Batavia Air bisa jadi rekayasa oleh organisasi rahasia berbahaya tersebut hanya agar bisa merekrut Reika yang misterius dan tentu saja cerdas. Ia pindah kewarganegaraan, segala dokumen yang terkait dengan identitas lamanya dihapuskan dan hanya disisakan beberapa. Demi menyambung hidup ia menjadi anggota organisasi tersebut, melaksanakan tugas besar mengacaukan tata dunia.

Ada seorang anggota yang jatuh cinta dengan Reika. Tentu saja Reika tidak mudah ditaklukkan. Saya membayangkan misterius dan cerdasnya Reika seperti Vermouth/Sharon Vineyard di Detektif Conan atau Irene Adler di Sherlock Holmes series, tentu tanpa penyamaran mustahil Vermouth dan pelayanan seks si dominatrix Adler. Ia tertarik pada anggota organisasi tersebut, seorang agen FBI yang diminta menyusup ke organisasi. Reika yang segera mengetahui bahwa orang yang mencintainya adalah agen FBI berpikir bisa memanfaatkannya untuk memperoleh kebebasan. Reika bersedia memberikan segala informasi tentang organisasi rahasia pada sang agen FBI dan sebagai gantinya ia masuk program perlindungan saksi.

Pertanyaan apakah Reika mencintai anggota FBI ini masih jadi pertanyaan di akhir kisah. Menyisakan pertanyaan di kepala saya sebagai penulis, “Dimana Reika berada sekarang?” Menyisakan resi pengiriman korset pelangsing tiga tahun lalu yang menjadi petunjuk. Semoga ia sehat, selamat dan bahagia tanpa kekurangan suatu apapun.

Leave a Reply