Loading…

Sister (Stupid) Story

IMG_20150621_125031
Majalah ini saya temukan beberapa hari lalu saat saya berberes kamar tidur belakang. Kamar tersebut dulunya dipakai oleh adik perempuan. Selain berantakannya sudah keterlaluan karena lama tak dipakai dan nyaris seperti gudang, ditambah serangan hama tikus yang membuang kotoran di pojok ruangan, mengharuskan saya melakukan pembersihan secara total. Tak luput juga kasur yang pada akhirnya dibongkar dan dibuang karena ikut jadi target tikus keparat buang kotoran.

Ada cerita dari majalah ini. Untuk pertama kalinya anggota keluarga Bapak Tarmudji, B.E. masuk majalah skala nasional. Waktu adik saya bercerita ia akan melakukan sesi pemotretan untuk majalah GoGirl! saya pikir majalah itu hanyalah majalah lokal terbitan kampus Unpad, sekolah adik saya. Ternyata saya salah karena Ristina masih membeli majalah itu di Gramedia atau Togamas kalau mau dapat diskon.

Sesuai tema kover majalah, sesi pemotretan bertema perempuan super yang suka manjat diambil. Meskipun tidak ada bakat memanjat pohon apapun sewaktu kita tumbuh bersama dulu, adik saya memutuskan mengambil divisi panjat tebing UKM Pecinta Alam di Fikom Unpad. Kata abang-abang angkatannya, adik saya punya badan kurus yang mendukung dalam bidang perpanjatan tebing. Saya tidak bisa membayangkan kalau yang memanjat tebing itu Ristina.

page

Adik saya merajuk dikirim uang pada Ibu untuk membeli baju baru. Ibu saya yang berpikir kapan lagi anak perempuanya masuk majalah tidak ingin ia tampil mengecewakan, minimal tidak terlihat kucel dan cukup terurus dengan baju baru, bukan kaos oblong belel yang biasa dipakai. Kaos Eiger warna oranye terang pun akhirnya dibeli, siap dipakai sesi pemotretan.

Berminggu kemudian, majalah yang dinanti terbit. Adik saya mengirimkan majalah tersebut ke rumah untuk diperlihatkan kepada Ibu saya sebagai bukti bahwa sesi pemotretan majalah tidaklah mengada-ada. Saya yang waktu itu masih kuliah dan menyempatkan pulang bertanya pada Ibu, “Bu, mana majalah yang ada oNenknya?”

“Tuh, ambil sendiri di meja,” jawab Ibu saya. Saya bolak balik lembar majalah satu persatu, sampai ke halaman yang dituju saya mengernyitkan dahi.

“Jadi ini hasilnya?”

IMG_20150621_125009

“Ngapain dia minta beliin baju baru kalo cetakan majalahnya hitam putih?!”
Saya tertawa, Ibu merengut.

Leave a Reply