Loading…

Pramugari dengan Tanda Lahir di Punggung

Pramugari Batik Air

“Selamat siang, selamat datang di penerbangan Kami,” ucap dua orang perempuan cantik tepat setelah saya menaiki tangga menuju pintu masuk pesawat. Yang satu dengan rambut pendek sebahu, yang lainnya digelung anggun. Cantik? Tentu saja, walau senyum mereka kalah cantik dengan senyum kekasih saya. Kadar ketulusan bisa jadi pembeda definisi cantik – kurang cantiknya senyum seseorang.

Saya lelaki normal, seragam pramugari yang umumnya berupa setelan formal blus dan blazer siang itu berubah menjadi bawahan rok panjang bermotif batik berwarna merah dengan belahan di bagian depan hingga mencapai sedikit diatas lutut, dipadu-padankan dengan atasan kemben yang ditutupi dengan brokat transparan berwarna putih yang mau tak mau menyita pandangan saya barang satu seperempat detik.

Sila anggap saya lelaki mesum kalau begitu. Kalau saya mesum saya sudah memikirkan seperti apa bentuk isi di balik kem… *isi sendiri sajalah! Hari itu adalah penerbangan pertama saya setelah setengah tahun off dari pekerjaan keluar pulau yang mengharuskan saya menggunakan moda transportasi via udara. Saya hanya berdoa agar selamat sampai tujuan dengan tidak memikirkan *(mengkhayalkan) hal-hal aneh yang bisa saya perbuat bersama pramugari.

Akan tetapi tiga jam setengah perjalanan di pesawat, tidak bisa tidur, ditambah penyakit gampang masuk angin karena kondisi kabin pesawat relatif lebih dingin saat berada di ketinggian walau kondisi AC mati bukanlah kombinasi yang bagus. Di awal perjalanan, terlihat seorang pramugari yang menampakkan tanda lahir di punggung sebelah kanan. Tanda itu tampak saat ia berbalik badan menuju kabin miliknya tepat setelah menutup pintu bagasi penumpang bagian atas.

Pramugari dengan tanda lahir di punggung tersebut bisa saja tidak dipedulikan, tetapi ketiadaan aktifitas fisik yang berarti setelah film yang diputar di LCD yang memang disediakan khusus di bangku penumpang habis diputar membuat otak ganti beraktifitas. Ia berimajinasi dengan liar, ia menandak-nandak mencerna fantasi dari tanda lahir di punggung seorang pramugari.

Singkirkan pikiran jahat betapa mulus punggung pramugari untuk dijadikan tatakan makan sushi. Yang terlintas di kepala adalah andaikata pesawat ini hancur berkeping-keping saat mendarat dan penumpang ditemukan dalam kondisi hancur berantakan, mungkin tanda lahir di punggung pramugari bisa dijadikan petunjuk oleh keluarga korban untuk mengidentifikasi korban yang terdaftar menjadi salah seorang pramugari yang pesawatnya saat ini saya tumpangi.

Terpikir di benak saya untuk membuat cerita berjudul “Pramugari dengan Tanda Lahir di Punggung.” Berharap bisa sekeren The Girl with Dragon Tattoo. Genre ceritanya bisa saja dibuat menjadi cerita detektif polisi dengan romansa pasangan LDR. Tokoh lelaki utama adalah seorang lelaki yang terobsesi kompulsif dengan Sherlock Holmes. Ia bisa dibuat acuh dan dingin kepada wanita seperti Sang Legendaris, sebaliknya ia dibuat sering menangis galau karena sering ditinggal terbang kekasihnya yang seorang pramugari.

***

Terjadi kecelakaan pesawat pada saat kekasih si detektif bertugas. Berita kecelakaan itu sendiri direkayasa untuk menyamarkan pembajakan yang dilakukan oleh kelompok teroris. Pramugari kekasih detektif polisi yang berkewajiban memastikan penumpang selamat berjuang melawan teroris tersebut dengan modal pengalaman bela diri seadanya yang pernah diajarkan kekasihnya. Sayang sekali, ia tertembak dan tewas di tempat. Terjadi beberapa insiden di dalam pesawat yang kemudian pesawat dibuat seolah kecelakaan. Tidak ada korban selamat dengan kondisi sebagian besar hangus.

Rekayasa kecelakaan pesawat itu disponsori oleh presiden maskapai dan presiden negara bersangkutan dengan konflik kepentingan masing-masing. Presiden maskapai tidak ingin maskapainya dicap memiliki standar pengamanan rendah karena dengan mudahnya dapat dibobol teroris, sementara presiden negara bersangkutan tidak ingin pembajakan pesawat oleh teroris menjadi isu nasional dan internasional yang dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap visi misinya selama kampanye dulu dalam memerangi isu-isu terorisme. Keduanya berpikir untuk lebih baik dibuat seolah kecelakaan dengan modus gagalnya pendaratan darurat.

Plot cerita detektif dan pramugari bisa dibuat maju mundur, dengan romansa cerita masa lalu dan kemurungan masa sekarang karena ditinggal mati sang kekasih. Ia tersentak kemudian dan bangkit dari murungnya begitu mendapatkan laporan dari ahli laboratorium forensik yang notabene dulu adalah kekasihnya. Mereka berpisah karena perempuan ahli forensik selingkuh. Laporan hasil forensik itu sebenarnya hanya ingin dimiliki detektif sebagai kenangan terakhir dari kekasih pramugarinya.

Laporan tersebut menyatakan keberadaan beberapa luka tembak dan sebutir peluru menembus jantung pada salah satu mayat perempuan sebagian hangus dengan tanda lahir di punggung. Tanda lahir yang sangat dihapal detektif polisi. Naluri detektifnya tergerak untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi dibalik kecelakaan pesawat. Bagaimana bisa ada luka tembak dan butiran peluru menembus jantung kekasihnya dalam sebuah kecelakaan.

***

Saya tidak punya tanda lahir spesifik yang bisa langsung mengidentifikasi bahwa itu diri saya. Apa keluarga saya tahu kalau saya hanya punya bekas cacar di paha kiri atau tanda gingsul di gigi taring bagian kanan yang membuat saya sedikit lebih tampan? Hanya tes DNA saja yang bisa membuktikannya.

Maskapai penerbangan yang saya tumpangi memberikan layanan makan siang. Tenang saja, pramugari cantik itu mengenakan celemek untuk menutupi belahan yang tidak perlu dilihat mereka yang penasaran pada saat mereka menunduk untuk menyajikan makan siang kepada penumpang. Pramugari dengan tanda lahir di punggung datang dari belakang saya. Pandangan saya teralih (lagi-lagi) pada punggungnya. Ia mengenakan bra dengan tali transparan, dengan pengait sepertinya terbuat dari bahan plastik keras berwarna hitam, menyerupai tanda lahir di punggung.

Tanda lahir tersebut bukan hanya di kanan, melainkan memiliki pasangan di bagian kiri.

***

Pesawat saya mendarat dengan sedikit kasar. Tetapi saya selamat bersama penumpang lainnya. Tidak ada cerita bongkahan tubuh-tubuh hangus dengan tanda lahir di punggung yang ditengarai sebagai salah seorang pramugari.

Leave a Reply