Loading…

Menganggur

Anggur

Terlalu sibuk kerja bisa bikin stress
Nganggur terlalu lama juga bikin stress

Rhoma Irama – Stress

Baik, kali ini saya tidak akan menulis kata ‘menganggur‘ dengan ‘menganggur‘ yang diganti dengan ‘mencari pekerjaan‘ meskipun saya tengah mengusahakannya mati-matian, tidak akan menyerah dan berhenti sampai dapat. Saya akan blak-blakan mengatakan saya masih menganggur, tidak akan meninggikan diri dengan mengatakan saya adalah seorang pencari pekerjaan. Apanya yang mau ditinggikan? Sama saja maknanya antara pengangguran dan pencari kerja.

Saya pengangguran dan menuliskannya untuk melegakan diri, mengakui saya belum mendapat pekerjaan. Mengakui dengan lapang hati agar tidak terus menerus menyalahkan keadaan tetapi terus berusaha untuk mencari, mencari, mencari dan berdoa. Saya menuliskannya agar saya bisa menerima keadaan diri sendiri untuk bernapas lebih lega. Memang begini keadaannya, tanpa embel-embel pertanyaan, “Mau bagaimana lagi?” lalu yang tersisa hanya, “Saya harus bagaimana?”

Saya anggap hari-hari menunggu datangnya pekerjaan adalah berkah yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengeksplorasi diri, bukannya malah menumpulkan pikiran dan perasaan, bukan malah menyalahkan kondisi pertambangan Indonesia yang sedang memprihatinkan, menyalahkan pemerintah yang tidak becus mengurus negara dengan membuka lapangan pekerjaan baru di bidang pertambangan, atau menyalahkan diri sendiri karena ketidakmampuan dan ketidakyakinan bakal bekerja lagi.

Tuntutan untuk bersyukur karena berlimpahnya waktu berbanding lurus dengan godaan untuk mengutuk, merutuk, dan mengeluh, “Kenapa sampai sekarang saya masih belum mendapat pekerjaan? Kenapa sangat sulit sekali mendapatkan pekerjaan?” Semakin mengutuk, semakin lelah, semakin tidak bersemangat. Bukannya pasrah, malah menyerah. Ungkapan “Terlalu lama menganggur menyebabkan penurunan fisik dan mental” memang benar adanya. Fisik tidak pernah dilatih untuk beraktifitas seperti biasanya, terlalu banyak diam. Mental tidak pernah dilatih dibawah tekanan pekerjaan, semakin tertekan karena umur yang terus bertambah dan pekerjaan tidak kunjung datang.

Belum lagi pertanyaan dari calon mertua, “Kapan datang melamar?”

***

Lantas apa yang saya lakukan di periode yang terbilang cukup lama diam dan belum kemana-mana lagi agar tidak fisik dan mental tidak menumpul?

1. Mencari Pekerjaan
Ini adalah kewajiban bagi para pencari pekerjaan. Untuk apa pamer “Saya masih menganggur” tetapi sama sekali tidak ada usaha untuk mencari pekerjaan? Ambil kesempatan lowongan pekerjaan yang ada. Hari kemarin saya masih idealis untuk harus bekerja di bidang pertambangan. Hari ini saya berusaha realistis, masukkan lamaran ke semua lowongan yang ada (selain perbankan, untuk bidang ini saya masih idealis) dan tengah membutuhkan seorang sarjana S1.

2. Membaca
Tahun ini saya memasang target membaca 100 buku. Buku apapun mulai dari novel sastra, filsafat, sejarah, metro-pop hingga teenlit saya lahap. Kebetulan adik perempuan saya sudah lulus kuliah, buku-buku yang terserak di rumah kosnya dialihkan ke rumah. Ditambah lagi Ristina yang hobi membeli buku, entah kapan ia baca karena kesibukan bekerja di rumah sakit. Menurutnya lebih baik waktu istirahatnya digunakan untuk tidur atau pacaran, jadilah buku-buku yang ia beli kebanyakan saya yang membuka segel dan membaca pertama kali.

Saya tengah menanamkan mindset dalam pikiran, membaca tidak lagi hobi tetapi kebutuhan.

3. Menulis Blog
Saya melanjutkan apa yang sudah saya mulai tahun-tahun sebelumnya, menulis blog. Beberapa tahun lalu model tulisan saya masih berantakan, kebanyakan curhat, bawa perasaan dan hanya diri saya yang nyaman membacanya. Hari ini saya mencoba tidak hanya menulis untuk diri sendiri, tetapi juga mengajak orang lain bisa menyelami dan menanggapi tulisan saya. Barangkali saya bisa unjuk tulisan pada kontes blog berhadiah dan memenangkannya. Barangkali rezeki datang dari apa yang saya tulis.

Saya mencoba menjadikan menulis sebagai bagian dari rutinitas harian saya, seperti makan.

4. Belajar Software
Ada banyak sekali yang belum saya pelajari. Periode menganggur ini saya rasa tepat untuk mengasah keahlian menguasai program lunak. Saya ingin belajar software pemodelan tambang seperti Minescape dan Surpac pada kawan saya yang sama-sama masih menganggur dan hendak melanjutkan S2.

5. Berolahraga

Kalau yang ini masih benar-benar sebatas wacana. Apa boleh buat, melanjutkan tidur di pagi hari memang lebih nikmat. Hanya bisa pasrah melihat perut dan pipi yang kian bengkak. 🙂

Bagaimanapun hari-hari saya berjalan, saya hanya berusaha membuatnya menyenangkan. Tidak ingin berusaha membuatnya pantas dikeluhkan, diratapi, atau bahkan dibenci meskipun godaan untuk itu selalu datang menghampiri.

Saya hanya percaya, berusaha untuk terus percaya, menganggur tidaklah selamanya.

***

Jadi, apa yang kalian lakukan untuk mengisi masa-masa menunggu pekerjaan? Share pengalaman kalian di komen box?! Barangkali kita bisa melakukan sesuatu bersama untuk melewati masa-masa yang berat ini. 🙂

Leave a Reply