Loading…

Magis dan Kutuk

Magis itu waktu yang melesat saat tangan kita bergenggam erat
Kutuk itu waktu yang membeku di detik hampa, diam tanpa bahasa, menerka
Magis itu bahasa yang terucap tanpa harus aku bertanya, kamu menjawabnya
Pun sebaliknya.

Kutuk itu rindu yang menggebu, tanpa ujung temu
Magis itu kamu di depanku, sederhana membicarakan cinta tanpa harus menyebutkannya barang sepatah kata,
sepanjang masa menikmati larik rasa.

Kutuk itu kelabu yang berusaha kamu nikmati, walau kamu tahu itu membuat sesak
Magis itu kegelapan yang kutahu menjadi benderang sejelas aku melihat bilah mata
dan merasakan wangi hangat tubuhmu.

Magis itu kamu berdiri hingga sujud di kanan belakangku, menjadi makmum salatku
Dua bayangan yang tertempa cahaya lampu
Bersama merasakan Tuhan
Mengucap doa semoga dihilangkan segala kutukan.

Kutuk itu
aku, kamu
Magis itu
kita.

Leave a Reply