Loading…

Ketemu Bangkit

buadd<— Ini Bangkit

Bangkit adalah sahabat saya kuliah dulu. Dia sudah meninggal dunia. Dia meninggal di hari Rabu, 12 Februari 2014 karena sakit yang tidak diketahui apa sebabnya. Padahal hari Sabtu, 15 Februari 2014 ia menikah dengan Ratna, sahabat saya kuliah juga. Jadi Bangkit dan Ratna adalah sahabat. Mereka tadinya akan menikah, tetapi tidak jadi karena Bangkit berpulang duluan menghadap Yang Maha Kuasa.

Ratnanya masih hidup sampai hari ini, sehat wal’afiat, sedang mengerjakan tesis S2 nya yang masih enggak tahu kapan kelarnya. Mungkin karena dia asyik jualan kerudung, kalian jangan lupa kunjungi instagram jualannya di @fritilia.

***

Malam Rabu kemarin saya mimpi ketemu Bangkit di Jogjakarta. Saya juga mimpi ketemu teman-teman kuliah saya. Ada Kacung, Eden, Kodok, Jawa, Darmo, uWie, uLie. Ada Ratna juga. Saya bisa tahu itu Jogjakarta karena sewaktu saya mau ketemu sama Bangkit di sebuah rumah di dalam gang, saya lewat jalan yang mau ke Tugu Jogja dari arah barat.

Bangkit seperti baru pulang dari jauh. Ia pakai jaket kebangsaan Kampus Geologi UNSOED yang berwarna oranye, tas punggung Eiger yang biasa dibawa ke lapangan juga ikut menyertai. Ia tersenyum sama kami semua yang ada di ruangan dan bertanya ke saya, “Kom, gimana kabar?”

Saya lupa di mimpi saya jawab apa. Ingatnya cuma Ratna yang terlihat seperti bahagia sekali Bangkit pulang. Ia menempel seperti anak kucing yang mendekat pada tuannya, senyum tak lepas dari bibirnya saat itu. Teman-teman yang lain saya nggak ingat pada kemana.

Tiba-tiba terlintas di pikiran saya, “Bagaimana jika masa yang saya alami ini adalah masa lalu? Bagaimana jika saya melompati waktu untuk ketemu Bangkit sama Ratna untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting?” Perasaan saya berkata itu tahun 2010. Jika memang bukan, anggap saja demikian, toh itu hanyalah mimpi.

Ah iya benar sekali, sepertinya saya harus menyampaikan sama Bangkit dan Ratna kalau di tahun 2014 bulan Maret mereka akan menikah. Tetapi di masa depan tempat saya berasal Bangkit sudah meninggal duluan di tiga hari sebelum mereka menikah. Ratna jadi yang pertama kali menemukan jasad Bangkit tertinggal di hari itu sewaktu mau mengantarkan sarapan bubur karena Bangkit sedang sakit. Jadi bagaimana jika saya kasih tahu saja hari ini untuk menyelamatkan hidup Bangkit dan biar mereka bahagia.

Lalu terpikir oleh saya, kalau semisal saya bangun nanti dari mimpi dan kembali ke masa dimana saya berasal, akankah Bangkit hidup lagi lalu menikah dengan Ratna dan hidup bahagia selamanya?

Saya belajar dari film Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, kalau seseorang melakukan perjalanan waktu kembali ke masa lalu dan melakukan perubahan di masa tersebut, maka akan banyak sekali perubahan saat ia kembali ke masa ia berasal.

“Banyak konsekuensi yang bakalan saya tanggung,” pikir saya. Apakah jika hal itu saya lakukan, saat saya kembali ke tempat dan waktu saya berasal, saya akan mendapati saya yang sudah menikah dan istri saya yang sudah hamil empat bulan? Atau jangan-jangan saya malah menikah dengan orang lain, mantan pacar saya barangkali?

Saya tak berani membayangkannya.
Tetapi sudahlah, bilang saja. Sama kawan ini, hitung-hitung bantu kawan, dan ini juga cuma mimpi.

Segalanya sudah disiapkan di ujung lidah, menunggu untuk diucapkan sampai …..

“Kom, bangun! Sudah setengah delapan, kamu mau berangkat ngantor nggak?” terdengar suara si Ucup, temen sekantor sekaligus sekamar yang pinggangnya masih dililiti handuk dan rambutnya basah karena baru mandi.

Saya lalu bangun, mandi, dan berangkat ke kantor. Sampai di kantor, saya menggunakan setengah jam pertama saya buat cerita ke Ratna kalau saya ketemu sama Bangkit di mimpi. Ratna bilang saya beruntung ketemu Bangkit.

Saya merasa saya beruntung justru karena dibangunin si Ucup. Kalau tidak, mungkin ketika bangun saya masih berada di pelukan mantan sebagai konsekuensi sudah melakukan perjalanan waktu, kalau memang semisal episode ketemu Bangkit itu bukan mimpi.

***

P.S :
1. Terima kasih Bangkit. Bahkan dalam ketiadaanmu, kamu masih ngasih saya inspirasi buat nulis.
2. Insya Allah Ratna baik-baik saja. Dia udah berada di tangan orang yang tepat, dan orang itu bukan saya karena saya udah punya istri yang lagi hamil empat bulan.
3. Kalau Ratna berpulang dan ketemu kamu di alam sana, dia bilang mau ngebego-begoin kamu karena udah berani ngelamar dia, temennya sendiri. Udah gitu kamunya pake tega ninggalin Ratna buat pulang duluan ketemu Yang Maha Kuasa.
4. Kamu udah tenang di alam sana kan, Kit? Kita semua kangen kamu, dan akan selalu mengingatmu sebagai kawan yang baik. Kalau kamu nggak baik, saya nggak akan nulis ini, hehehe.

Leave a Reply