Loading…

Fragmen Rindu – Babak V

V

Tatkala Malam

>> Aku ingin tertidur ditunggui kamu. Ada di dekatmu. Lalu tiba-tiba terselip jari kupegang, memastikan kamu masih ada di dekatku, untuk menjagaku. ~
> Aku disini.
>> Membiarkan lekuk wajahmu tersimpan dalam memoriku, paling tidak cukup untuk bekal rindu selagi belum bertemu. ~
> Membiarkan aku melihat matamu. Mengingat bulatnya sebangun tidur. Mengingat kedut bibir sewaktu tidur. Ingat senyummu. Ingat tangismu, jangan lagi!
Ingat tanganmu di lenganku sewaktu menyeberang jalan. Pipimu di punggung tanganku sewaktu berpamitan akan pergi.
Mungkin aku pelupa. Tapi bagaimana kamu menghambur di punggungku tak akan pernah kulupa. Aku bertanggung jawab pada wangi yang kamu bawa sampai sana.
>> Mana bahumu? ~
> Ada disini. Kujaga tetap hangat.

>> Ada hidupmu disini yg tak bisa aku masuki,
nikmatilah,
jalanilah,
semuanya ada padamu.
> Siapkah kamu pada dunia yang meledek kita?
>> Siapkah aku pada semesta yang pasti akan menghujatku?
> Siapkah aku pada hujatan semesta, tak hanya kamu. Begitu pun aku.
>> Biarkan tangis itu jatuh, bila dengan itu tanganmu yg menghapus semua keluh ~
> Aku hanya bisa mengadu pada Tuhan. Bahkan ledek canda teman serasa menghunjam bagai pedang lawan.

Leave a Reply