Loading…

Fragmen Rindu – Babak II

II

Di Pagi yang Lain

>> Aku tak pernah menawarkan rindu bagimu. Kau ambil darimana rindu itu? ~
> Kucuri dari lembar pertama buku dalam dekapan, dari wangi kertas yang lekat dengan jemarimu.
>> Lalu bagaimana bisa bagian rindu itu sampai disini? Sedangkan dekapanmu pun aku tak pernah tahu ~

Di Malam yang Sama
> Saat ini hanya nada yang bisa terkirim. Semoga bisa menemanimu jelang lelap, mengantar kita pada jumpa suatu hari.
>> Bahkan alunan nada dari petikan jarimu mampu membuatku merasakan kehadiranmu. Menenangkanku dengan tatapan teduhmu ~

Leave a Reply