Loading…

Fragmen Rindu – Babak I

I

Percakapan di Sebuah Pagi

> Boleh kutahu pagimu terbuat dari apa?
>> Sedikit ramuan rindu akan sebuah temu, bercampur rasa yang mustahil untuk bersatu, diramu dengan segelas susu yang tak pernah tahu bahwa ia menjadi katalis rindu ~

> Pagiku. Terbuat dari susu cokelat panas. Ingin kubuat semirip mungkin dengan yang pernah dibuatkan seseorang untukku pada sebuah pagi dengan langit gradasi merah jingga. Tapi tak akan pernah sama karena aku bukan peramu susu yang baik. Buktinya tersisa ampas di ujung gelas
>> Aku akan menjadi seorang peramu untukmu, meski ku tahu tak banyak waktu yang mungkin bisa kita nikmati dalam sebuah temu menghapus rindu yang ku rasa semakin mengoyak kalbu.~

> Segelas susu tak bisa jadi katalis rindu. Tapi pagi ini aku menghirup wangi buku, yang ujung kertasnya pernah lekat dengan ujung jarimu. Ujung jari yang sama, saat kamu menyodorkan segelas berisi cokelat panas.
>> Hampir gila aku karenamu. Tak pernah bisa menyalahkan waktu atau apapun yang menunda sebuah waktu hingga kita bertemu meski tak mungkin bersatu. Sengaja buku itu ku letakkan dalam dekapmu, agar aku tahu bahwa rinduku sampai kepada ia yang aku tuju. ~
> Rindumu kujaga dalam dekapan. Tenanglah, ia seaman bayi dalam kandungan.
>> Nanti siang kita ketemu lagi. Semoga rindu masih mau menunggu untuk melepas jemu sampai nanti siang. ~

Leave a Reply