Loading…

Doa dari Masa Lalu

Berdoalah, lalu catatlah. Kalau tak mampu mencatat, ingatlah. Kalau ingatanmu tak panjang, maka ucapkan dalam hati dan atau lisan, lalu aminkan. Niscaya Tuhan akan mengabulkan, sisanya hanya masalah waktu.

Saya sudah membuktikan itu semua. Ketika saya awal masuk kuliah, saya berkata dalam hati dan pada teman-teman saya, saya ingin punya istri seorang perawat. Alasannya agar hidup lebih terawat dan tidak semakin ngawur, dan kalau nyari istri dokter udah keburu khawatir mahar nikah dan biaya maintenance-nya mahal.

Beberapa orang mantan, gebetan, sampai adek-adekan ditemui dan digauli tapi pada akhirnya yang menemani saya berdiri sampai pegal dipelaminan dan melahirkan seorang anak bocah cantik ya seorang wanita yang berprofesi sebagai perawat.
Doa saya terkabul.

Saya teringat blognya Mas @shitlicious tentang pentingnya menulis apa yang kita cita-citakan se-spesifik mungkin pada secarik kertas dan menyimpannya, lalu rajin-rajin membacanya agar kita selalu teringat pada apa yang kita cita-citakan. Kertas itu bernama dream note, manifestasi dari doa.

Awal tahun ini saya menuliskan beberapa benda yang saya inginkan mulai dari ponsel, laptop, dan harddisk eksternal lengkap dengan spesifikasi dan harga yang saya perkirakan. Hari ini, saya mendapati seluruh barang tersebut ada di genggaman saya, dengan beberapa spesifikasi barang lebih baik dan harga yang lebih murah. Itu baru barang, bayangkan banyak sekali doa yang terucap setiap hari yang dikabulkan Tuhan : setiap hari bisa makan, jodoh yang salehah, kesehatan prima, rezeki yang lebih dari cukup, sampai keturunan yang sempurna dan cantik bukan main.

Yang saya pelajari dari semua ini adalah : jangan takut doamu tidak dikabulkan Tuhan dan jangan ragu untuk mencatat setiap doamu.
Saya tidak lagi ragu untuk meminta rumah sama Tuhan untuk tempat bernaung saya, istri, dan anak-anak saya.

Semoga terkabul dalam waktu dekat.
Amin.

Leave a Reply