Loading…

Fragmen Rindu – Babak VII

VII Percakapan Malam > Ajari aku bagaimana menghadapi diri sendiri dalam lautan amarah.~ >> Izinkan aku menjadi dinding kesabaran bagimu ~ > Redam aku dengan tatapmu. Kuakui, aku kalah dalam pengendalian emosi jika berhadapan denganmu. >> Mungkin hanya pikiranku saja, kita bersama untuk saling menyeimbangkan ~ > Bagaimana jika nyatanya demikian? >> Bagaimana jika nyatanya […]

Fragmen Rindu – Babak IV

IV Di Sebuah Siang > Berdansa dalam kata. >> Ikuti saja irama dalam bayang bahagia ~ > Kuikuti langkah dalam irama itu. Bersama dengan memori bangku santai rumah lantai dua, tempat pertama kita bercerita. >> Aku punya kursi yang selalu kamu tempati di lantai dua itu. Ada tepat persis di depan pintu kamarku ~ > […]

Rhapsody of Rabbit and Monkey

Seorang lelaki berjender kelinci, rambutnya perak. Ia mencintai memandang langit kala malam berlebih pada purnama, yang menampilkan bayangan diri pada kelam rona cahaya. Ia hanya suka kelabu siang hari, kala warna langit senada rambut, semasa mega bergumpal lembut. Biru ia benci, karena tak ada dirinya di gumpal kapas yang kadang berbentuk sama, tak ada lagi […]

Sederhana Itu Dusta

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Bagaimana jika aku kayu yang menginginkan terbakar pun harus menanti hingga ujung tunggu? yang menginginkan terhanyut banjir pun harus ada air? Serumit sempat yang tersesat oleh simpul kata yang kubuat kemudian tak kunjung menjadi ucap Sesulit rumus kimia […]

seperti nun sukun

teringat di pagi ini akan semalam tadi, saat berhadapan dengan kitab yang dieja oleh anak-anak sebelah dusun. teringat akan nun sukun yang bisa menjadi apa saja saat bertemu huruf di belakangnya. teringat akan lirik-lirik individualis orang-orang yang sedang jatuh cinta. yang mencinta seperti menjelma menjadi nun sukun. yang dicinta menjadi huruf di belakangnya, dan diantaranya […]

Fragmen Akhir Salam

“Fil ‘alaamina innaka hamiidum ‘majiid; assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh; assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,” bisikku sembari menengokkan wajah ke kanan terlebih dahulu, ke kiri kemudian. Masih dalam simpuh, di akhir tunduk pada duduk. Aku mengangkat tangan, bersamaan kepala yang menengadah. “Ya Tuhan, bebaskan aku dari rindu yang sama sekali bukan milikku; Ya Tuhan, jauhkan aku dari nyeri cemburu […]