Loading…

Matahari Emas, Kamu.

Napasmu terengah di antara gelap, dini hari buta yang seharusnya orang-orang terlelap. Berselimutkan mimpi, bunga tidur yang banyak terlupa saat mereka terjaga. Tapi itu bukan mimpi, aku menggenggam tanganmu erat, membimbingmu menuju matahari emas puncak Bukit Sikunir. Dinginnya menggigit bukan? Lebih kukhawatirkan ketika keringat dingin membasahi wajah dan entah tubuhmu. Itu akan membuatmu lebih dingin, […]

Pendosa dan Perempuan Suci

Pendosa membawa kotak pandora berisi berat catatan dosa di punggungnya. Agar kelak di titian sirottal mustaqim keseimbangannya goyah dan menjungkalkannya ke dasar neraka dengan mudah. Kotak pandora catatan dosa itu berat dingin memilukan, mencambuk punggung seperti sayat sembilu yang tak kenal canggung. Ribu sujud di hadapan Tuhan tak akan pernah membuatnya terasa lebih ringan, ia […]

Magis dan Kutuk

Magis itu waktu yang melesat saat tangan kita bergenggam erat Kutuk itu waktu yang membeku di detik hampa, diam tanpa bahasa, menerka Magis itu bahasa yang terucap tanpa harus aku bertanya, kamu menjawabnya Pun sebaliknya. Kutuk itu rindu yang menggebu, tanpa ujung temu Magis itu kamu di depanku, sederhana membicarakan cinta tanpa harus menyebutkannya barang […]

Fragmen Rindu – Babak VIII

VIII Di Malam yang Lain >> Maafkan aku yang semakin membuatmu jatuh dalam rindu tanpa jemu ~ > Tak perlu meminta maaf. Jatuh rinduku tak lagi menyakitkan. >> Pernahkah rindumu membuatmu sakit? ~ > Sesak sesaat pernah kualami, namun kucoba membebaskannya dalam harap akan sebuah jumpa. Pernahkah kamu dibunuh rindu? >> Maafkan aku yg mungkin […]

Fragmen Rindu – Babak IX

IX Doa Sebelum Tidur >> Ya Allah jagalah rindu ini, hingga nanti tak akan melebihi rinduku kepada-Mu yang pasti akan lebih sering aku salami. ~ > Ya Allah, jadikan rindu ini berlabuh pada Ia yang saat ini amat kurindukan. Jaga juga rindu ini, jangan melebihi rinduku pada-Mu. >> Aku tidur dalam dekapmu, ya? ~ > […]

Fragmen Rindu – Babak V

V Tatkala Malam >> Aku ingin tertidur ditunggui kamu. Ada di dekatmu. Lalu tiba-tiba terselip jari kupegang, memastikan kamu masih ada di dekatku, untuk menjagaku. ~ > Aku disini. >> Membiarkan lekuk wajahmu tersimpan dalam memoriku, paling tidak cukup untuk bekal rindu selagi belum bertemu. ~ > Membiarkan aku melihat matamu. Mengingat bulatnya sebangun tidur. […]

Fragmen Rindu – Babak X

X Di Pagi yang Lain >> Karena kamulah jawaban dari setiap pertanyaanku. Belum kutanya pun sudah kamu jawab.~ > Kamulah setiap pergi menginginkan pulang. Aku ingin rebah di pangku mu. Lelap di usapmu. >> Semoga Allah memberikan jalan hingga nanti kamulah yang kusebut rumah. > Ah, aku suka hidupmu, dan bagaimana kamu menjalani hidup >> […]

Fragmen Rindu – Babak I

I Percakapan di Sebuah Pagi > Boleh kutahu pagimu terbuat dari apa? >> Sedikit ramuan rindu akan sebuah temu, bercampur rasa yang mustahil untuk bersatu, diramu dengan segelas susu yang tak pernah tahu bahwa ia menjadi katalis rindu ~ > Pagiku. Terbuat dari susu cokelat panas. Ingin kubuat semirip mungkin dengan yang pernah dibuatkan seseorang […]