Loading…

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-2; Seluruh Kawan Seperjuangan, Saudara Seperjudian, KITA!

Ada yang bilang, seseorang yang telah melewati tujuh tahun kebersamaan selamanya akan menjadi kawan.

Selamanya.
Dan tampaknya itu benar.

Ndak pernah terpikir dan terbayangkan sebelumnya memiliki sesuatu seperti kalian. Usiaku saat ini dua puluh lima, aku kenal kalian pertama kali hampir delapan tahun lalu. Artinya sepertiga umur terakhirku kuhabiskan dengan kalian, lebih mengenal kalian. Menyelami lebih dalam segala sikap, sifat, dan pemikiran.

Selamanya menjadi kawan.
Bahkan lebih dari itu.
Kita bersaudara.
Dan itu benar.

Butuh lebih dari pemahaman, penerimaan akan sifat seseorang yang semaunya sendiri. Atau bahkan menggembosi ego pribadi untuk dapat diterima kalian semua, lalu tertawa bersama.

Siapa kini yang tak tahu betapa hidup Mas Djawa yang penuh dengan keusilan mengerjai orang lain? Akan tetapi, ia adalah pemimpin keluarga dan pemberi saran yang baik.
Kaka Darmo yang dulu hidupnya penuh dengan wanita? Akan tetapi, ia adalah manusia yang penuh dengan integritas dan siap bekerja sepenuh hati.
Atau Mamas Bekatul ketua angkatan yang (nyaris) seluruh isi otaknya selangkangan? Akan tetapi, ia adalah seorang yang siap berdiri di garda depan membela angkatan.
~baik, aku tak akan malu mengakui diriku adalah seorang modus sejati.

Segala contoh ada di sekitar kita semua dalam perjalanan hidup beberapa tahun terakhir. Sebuah keluarbiasaan saat kita bisa saling tahu keburukan, tapi tak pernah mempermasalahkan. Sebuah keniscayaan saat kita bisa tahu seseorang membutuhkan bantuan tanpa melihat ia memintanya, dan kita rela hati mengulurkan tangan, pikiran, juga hati.

Siapa yang ndak kenal sejarah panjang mantan-mantan si A, gebetan si B, hingga akhirnya menikah dengan si C?
Dan siapa lupa cerita lapangan kita bersama? Mulai dari legenda Perekrutan Dokter Bumi, segala fieldtrip hingga Kuliah Lapangan, dan beberapa proyek kerja yang nyaris membuat kita lupa lulus dan bertanya kapan wisuda?

Kalau sudah begitu, siapa yang akan marah saat kita jatuh, kawan kita akan tertawa terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan.
Kita yang terjatuh memaki, “Brengsek, kalian semua!!”
Sambil tertawa.

Hingga kini, masing-masing dari kita mengejar cita-cita, mencari kemapanan, mengejar kenyamanan.
Ada yang kini tengah berbadan dua, atau istrinya hamil. Sehatlah kalian semua. Para calon ayah, ibu, dan anak di dalam kandungan.
Ada yang kini sedang menabung untuk menikah. Gusti Allah melancarkan rezeki dan jodoh kalian semua.
Ada yang sedang berusaha menapaki karir di pekerjaan, atau sedang gamang mengais rezeki di lapangan, atau yang berada dalam pencarian peluang di beberapa situs lowongan. Happiness on its way, Mate.
Bersenang-senanglah!

Kita pernah melewati panas dan hujan bersama-sama. Lalu melewati suka dan duka hingga bisa saling menerima.
Kita pernah berbagi sepiring nasi, hingga menyanyikan deretan lagu bahagia di resepsi pernikahan, menjadi penerima tamu, atau hanya sekadar menjadi penglaris konsumsi resepsi.

Kita pernah sama sama merasakan kehilangan, kepada almarhum Bangkit Subakti yang sudah hampir satu tahun berpulang. Doa kita selalu terpanjat untukmu, Kawan.
Lalu kita menantikan beberapa momen yang bisa mempertemukan kita di beberapa kali dalam setahun. Tak penting apa momennya, yang terpenting kita bisa bertatap sapa.
Bergenggam tangan dan saling memeluk.
Tertawa dan bernostalgila.

***

Menjadi bagian dari kalian adalah bab yang tak akan habis diceritakan dalam semalam.
Hingga sadar, tak akan pernah ada yang menggantikan, mungkin tak akan ada lagi yang seperti ini.

ATLAS
Angkatan 2007 Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Kita juara! Kita adalah legenda!
Aku bangga kalian, aku bangga kita!

Leave a Reply